LAJU REAKSI (MENGUKUR LAJU DAN ORDE REAKSI)
A.
MENGUKUR LAJU REAKSI BERDASARKAN PERCOBAAN
Secara sederhana di laboratorium, laju
reaksi dapat diukur dengan cara seperti di atas
yaitu dengan cara menentukan jumlah pereaksi yang digunakan atau bereaksi
per satuan waktu, atau dari jumlah hasil reaksi yang terbentuk per satuan
waktu. Sebagai contoh, pada reaksi antara logam magnesium dan asam klorida
dengan persamaan:
Mg(s) +
2HCl(aq) à MgCl2(aq)
+ H2(g).
Laju reaksi dapat ditentukan dengan
mengukur jumlah magnesium (Mg) atau asam
klorida (HCl) yang digunakan dalam waktu tertentu atau jumlah magnesium klorida
(MgCl2) atau gas hidrogen (H2) yang terbentuk dalam waktu
tertentu.
Bagaimana cara mengukur jumlah
pereaksi atau hasil reaksi dalam suatu reaksi?
Dalam beberapa reaksi, pereaksi dan
hasil reaksi dalam keadaaan bercampur dengan
wujud yang sama misalnya larutan dengan larutan. Untuk memisahkan kedua
komponen tersebut cukup sulit. Oleh karena itu, pengukuran laju reaksi akan
lebih mudah dilakukan pada reaksi dengan wujud hasil reaksi berbeda dengan
pereaksinya. Pengukuran laju reaksi yang menghasilkan gas seperti pada
contoh di atas dapat dilakukan dengan mengukur volume gas yang terbentuk
dalam waktu yang ditentukan atau mengukur massa campuran pereaksi
dan hasil reaksi setelah beberapa waktu yang ditentukan.
Berikut ini contoh percobaan dan cara
mengolah data penentuan laju reaksi.
1.
Menentukan Laju Reaksi dengan Mengukur
Perubahan Volume
Percobaan untuk penentuan laju reaksi berdasarkan perubahan volume gas yang dihasilkan misalnya hasil reaksi dari beberapa logam dengan asam dapat dilakukan dengan cara seperti gambar berikut:
Pada percobaan ini dapat digunakan labu erlenmeyer
yang dihubungkan dengan pipa penyalur
dan gelas kimia yang diisi air dirangkai
seperti pada gambar. Larutan asam dan
logam ditempatkan pada labu erlenmeyer.
Gas hidrogen dialirkan ke gelas kimia yang
terbalik dan berisi penuh dengan air.
Volume gas hidrogen diukur dalam skala waktu yang
ditentukan.
Misalnya dari hasil pengukuran volume gas yang terbentuk dari reaksi asam dan logam seperti data pada berikut:
Selanjutnya data pada tabel tersebut dituangkan dalam bentuk
grafik volume gas yang dihasilkan terhadap waktu
(menit) yang diperoleh sebagai berikut:
Dari data percobaan dapat dilihat bahwa
reaksi mula-mula berlangsung sangat
cepat. Pada menit pertama gas yang
dihasilkan 12 mL dalam satu menit.
Dari menit ke 4 ke menit ke 5 hanya
dihasilkan 3 mL dan setelah 9 menit
tidak ada lagi gas yang dihasilkan.
artinya reaksi telah selesai.
Untuk menentukan laju reaksinya diambil dari kemiringan (gradien)
kurva pada waktu-waktu tertentu dan menggambarkan
tangens pada kurva. Langkahlangkahnya yaitu :
a) Buat garis singgung pada grafik di titik yang
menunjukkan waktu 2 menit
b) Di salah satu titik singgung, tarik garis
sejajar x dan sejajar y sehingga terbentuk
segitiga kecil.
c) Ukur perubahan jarak vertikal garis singgung
pada kurva tsb dan perubahan jarak horisontal.
Hitung kemiringan (gradien) dengan rumus:
Gradien = (perubahan
jarak vertikal/perubahan
jarak horisontal)
Hasilnya ditunjukkan pada gambar berikut:
Pada gambar grafik, perubahan
jarak vertikal = perubahan volume dan perubahan
jarak horisontal = perubahan waktu
Jadi, gradien = (6 mL/ 1
menit) = 6 mL/menit
Gradien merupakan laju reaksi pada saat 2 menit, oleh karena itu
pada t = 2 menit laju reaksi pada percobaan di
atas adalah 6 mL per menit. Artinya, setiap 1 menit
dihasilkan 6 mL hidrogen. Laju reaksi yang ditentukan dengan cara ini dinamakan
laju reaksi sesaat. Laju sesaat adalah laju pada saat tertentu. Seperti pada
contoh di atas, laju reaksi berubah dari waktu ke waktu. Pada umumnya, laju
reaksi makin kecil seiring dengan bertambahnya waktu reaksi. oleh karena itu,
plot konsentrasi terhadap waktu berbentuk garis lengkung.
Cobalah tentukan laju reaksi pada t =4 menit, apakah laju reaksi sama dengan waktu t = 2 menit?
2. Menentukan Laju Reaksi melalui Perubahan Massa
Metode
ini cocok untuk reaksi yang menghasilkan gas dengan massa cukup tinggi
seperti CO2, misalnya pada reaksi antara CaCO3 dengan HCl.
Persamaan
reaksi: CaCO3(s) + HCl(aq) à CaCl2(aq)
+ CO2(g) + H2O(l)
Pada
percobaan ini digunakan alat-alat seperti pada gambar berikut
Pada percobaan ini peralatan dan zat yang
direaksikan diletakkan pada timbangan
digital. Setiap menit dicatat
massanya. Gas hasil reaksi akan
keluar sehingga massa campuran
reaksi setiap waktu akan berkurang.
Hasil pengukuran laju reaksi melalui perubahan massa tertera pada
gambar
Gradien garis singgung pada waktu tersebut
adalah:
gradien =
(jarak Vertikal / jarak horizontal) = 0.03 gr / 10 menit
Maka, Laju
reaksi = 0.03 gram CO2 yang
dihasilkan per menit.
Umumnya percobaan pengukuran laju reaksi dengan mengukur perubahan konsentrasi
dalam setiap waktu, oleh karena itu penentuan laju reaksi dapat diolah
dari grafik seperti berikut.
Pada grafik tersebut dapat dihitung gradien dengan rumus:
Gradien = (perubahan jarak vertikal /
perubahan jarak horizontal)
Selain laju reaksi seaat, ada yang dinamakan laju reaksi rata-rata. Laju reaksi rata-rata adalah laju reaksi untuk selang waktu tertentu. (Sebagai ilustrasi, laju reaksi rata-rata diandaikan sebagai laju rata-rata kendaraan. Misal suatu kendaraan menempuh jarak 200 km dalam 5 jam. Laju rerata kendaraan itu adalah 200 km/5 jam = 40 km/jam. Tentu saja laju kendaraan tidak selalu 40 km/jam. Laju sesaatnya ditunjukkan oleh speedometer kendaraan) Didalam reaksi kimia laju reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi per satuan waktu.
B.
ORDE ATAU TINGKAT REAKSI
Komentar
Posting Komentar