DILEMA ETIKA DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN
Kisah di
atas adalah salah satu dari sekian situasi yang saya pernah dihadapi selama menjalani
profesi sebagai Guru di sekolah. Tidak sedikit pengalaman yang memposisikan
diri diantara situasi rasa kasihan dan kejujuran atau tanggung jawab. Perbedaan
kondisi ekonomi dan sosial peserta didik seringkali menjadi persoalan dan bukan
pada peraturan ini dan peraturan itu. Peraturan ya peraturan dan terkadang
berbeda jika dihadapkan pada tatanan penerapan nilai-nilai kebajikan. Peraturan
tentang peserta didik laki-laki harus berambut cepak (mirip taruna sekolah
kedinasan) juga sering menjadi problematika di sekolah. Demikian pula tentang
dilarangnya peserta didik membawa handphone ke selolah karena berbagai alasan
yang kekunoan bukan kekinian. Maka tidak jarang peraturan itu sendiri bertentangan
dengan nilai-nilai kebajikan. Sehingga penerapan peraturan dalam konteks pendidikan
sering menimbulkan kegamangan yang di sebut dilema etika dan bujukan moral.
Melalui Program
Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) Angkatan 3, saya mendapatkan pengetahuan dan
pemahaman bagaimana membedakan dilema
etika dan bujukan moral. Paparan materi dengan cara yang beragam menggambarkan diferensiasi pembelajaran konten. Deskripsi materi dalam bentuk tulisan,
video, dan contoh-contoh kasus yang relevan memberikan infomasi yang lebih
konkrit
bahwa situasi yang saya hadapi
betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai kebajikan yang sama-sama
penting.
Dilema etika
merupakan pertentangan antara nilai kebenaran melawan kebenaran (benar versus benar) sedangkan dilema
(bujukan) moral merupakan pertentangan antara nilai kebenaran melawan kesalahan
(benar versus salah). Bagaimana mengambil
keputusan jika diperhadapkan pada dilema etika? Melalui sekumpulan fakta-fakta
yang relevan, dapat mengidentifikasi 4 paradigma pengambilan keputusan, yakni Individu lawan
masyarakat (individual vs community),
Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice
vs mercy), Kebenaran lawan
kesetiaan (truth vs loyalty), dan Jangka pendek lawan jangka panjang
(short term vs long term). Demikian pula dengan 3 prinsip dilema pengambilan keputusan yang meliputi Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir
Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), dan Berpikir Berbasis Rasa
Peduli (Care-Based Thinking).
Setelah melalui beberapa tahapan pengambilan
keputusan tersebut, untuk meyakinkan diri terhadap keputusan yang dilematis
tersebut perlu melakukan uji. Sembilan langkah pengujian keputusan meliputi:
1. Mengenali
nilai-nilai yang saling bertentangan
2. Menentukan
siapa yang terlibat dalam situasi ini
3. Kumpulkan
fakta-fakta yang relevan dengan situasi
4. Pengujian
benar atau salah, meliputi
- Uji
legal
- Uji
Regulasi (standar Profesional)
- Uji
Intuisi
- Uji
publikasi
- Uji
Panutan (Idola)
5. Pengujian
Paradigman Benar versus Benar
6. Melakukan
Prinsip Resolusi
7. Investigasi
Posi Trilema
8. Buat
keputusan
9. Lihat
lagi keputusan dan Refleksi
Bagaimana penerapannya
dalam konteks pendidikan dan pengajaran sebelum dan sesudah menerima
pengetahuan tentang dilema etika dan bujukan moral? Jika disimak kembali paparan kisah nyata pada awal paragraf, tersurat
dengan jelas situasi
yang terkait dengan topik dalam materi ini. Misalkan cerita berhenti pada
situasi guru pembimbing menemukan peserta didik memecahkan peralatan praktik
sebelum mengembalikan peralatan ke pengelola laboratorium. Sebagai seorang guru
pembimbing praktik pasti berada dalam situasi dilematis antara melaporkan atau
tidak melaporkan. Namun faktanya, guru pembimbing melaporkan peristiwa tersebut kepada pengelola laboratorium dan meminta waktu untuk menggantinya. Sekarang mari kita uji
situasi tersebut dengan menggunakan 9 langkah pengujian keputusan:
1. Mengenali nilai-nilai
yang saling bertentangan
Ada pertentangan
nilai antara kejujuran atau tanggung jawab dan rasa kasihan. Sebagai guru
bertanggungjawab atas pelaksanaan praktik sekaligus dengan kondisi peralatan dan
keselamatan peserta didik, yaitu keselamatan, kesehatan kerja (K3).
2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini
Atas dasar pertentangan nilai-nilai kebajikan seperti di atas (angka 1) bukankah ini suatu dilema etika? Lantas siapa yang terlibat? Yang pasti semua pihak yang mengetahui situasi tersebut akan merasa terpanggil / peduli, seperti semua peserta didik yang ada di kelas tersebut dan juga guru-guru tanpa terkecuali, termasuk orang tua peserta didik juga.
3. Kumpulkan
fakta-fakta yang relevan dengan situasi
Fakta-faktanya
antara lain peserta didik memecahkan peralatan praktik, harga peralatan ratusan
ribu rupiah, kejadian pada saat belajar di laboratorium, ada peraturan
laboratorium, peserta didik dalam kondisi tidak sengaja (mengantuk), peserta
didik (pelaku) sering tidur lewat dari jam 12 malam karena membantu ibunya
jualan makanan.
4. Pengujian
benar atau salah, meliputi
- Uji legal
Jika ditinjau
dari aspek hukum secara hukum positif ternyata tidak ada aturan tentang mengganti
peralatan atau hukuman pidana, namun yang ada adalah peraturan di laboratorium.
Peraturan terebut tidak semestinya diberlakukan secara kaku karena
pembentukannya tidak melalui mekanisme sebagaimana peraturan yang melibatkan
semua komponen sekolah melainkan hanya sepihak oleh pengelola laboratorium.
Seperti diungkapkan dalam video https://youtu.be/8r_VEIrPFVc
bisa jadi peraturan itu sendiri yang salah secara prinsip sehingga ketika
seseorang melakukan pengambilan keputusan, dia sedang melakukan kesalahan
ganda.
- Uji Regulasi (standar Profesional)
Secara etika
profesi guru, tanggung jawab guru adalah menjaga keselamatan, keseahtan kerja
(K3) saat belajar di ruang laboratorium. Pemecahan peralatan praktik oleh
peserta didik tidak termasuk dalam pelanggaran dalam kode etik profesi. Jika
saja peserta didik tidak mengembalikan atau mengganti dengan sejumlah uang,
peserta didik tersebut tidak akan dihukum ataupun guru tidak akan dihukum
secara etika.
- Uji Intuisi
Pertanyaannya
adalah apakah tindakan mengambalikan
atau mengganti dengan sejumlah uang peralatan praktik yang pecah tersebut sejalan
atau berlawanan dengan nilai-nilai bagi
kebanyakan orang yang diyakini? Yang pasti jawabannya adalah “ya, bertentangan dengan
nilai rasa kasihan / kepedulian” apalagi kebanyakan orang mengetahui
permasalahannya bahwa peserta didik memecahkan peralatan
tersebut tidak dengan sengaja melainkan karena menahan rasa kantuk yang teramat
sangat karena selalu tidur di atas jam 12 malam membantu ibunya berjualan
makanan.
- Uji publikasi
Apa yang
dirasakan guru pembimbing jika keputusannya melaporkan peserta didik memecahkan
peralatan kemudian diminta untuk mengganti dengan sejumlah uang diketahui orang
banyak (publikasi)? Yang pasti akan ada rasa ketidaknyamanan. Namun demikian kembali
lagi pada prinsip pengambilan keputusan berbasis peraturan (ada peraturan
laboratorium).
- Uji Panutan (Idola)
Siapapun
panutan, atau pihak yang merasa peduli dengan situasi dalam kisah nyata
tersebut di atas akan mengambil keputusan yang senada dengan keputusan sang
Guru.
5. Pengujian
Paradigman Benar versus Benar
Berdasarkan
empat paradigma pengambilan keputusan (dilema etika) terkait dengan paradigma Rasa keadilan lawan rasa kasihan
(justice vs mercy). Paradigma ini memberikan pilihan antara mengikuti aturan tertulis
atau tidak mengikuti aturan sepenuhnya. Artinya ada pilihan antara keadilan dan perlakuan yang sama
bagi semua orang di satu sisi, dan membuat pengecualian karena kemurahan hati
dan kasih sayang, di sisi lain. Kadang
memang benar untuk memegang peraturan, tapi terkadang membuat pengecualian juga
merupakan tindakan yang benar. Namun demikian dapat pula diidentifikasi ke dalam
paradigma Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long
term). Paradigma ini bersifat personal dan sering
terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Perlu memilih antara yang kelihatannya terbaik saat ini
bagi si
peserta didik yang memecahkan peralatan praktik sehingga masa yang akan datang tidak terulang kembali.
6. Melakukan
Prinsip Resolusi
Atas dasar
prinsip resolusi (penyelesaian dilema), maka keputusan guru pembimbing pada
saat itu memilih Berpikir Berbasis
Peraturan (Rule-Based Thinking)
7. Investigasi
Posi Trilema
Apakah ada
opsi lain selain melaporkan peserta didik ke pengelola laboratorium? Yang pasti
ada yakni tidak melaporkan namum secara persuasif menyampaikan kepada peserta
didik terutama peserta didik dalam kelasnya untuk membantu saling
berpartisipasi mengganti peralatan tersebut sehingga secara tidak langsung
menambah penguatan nilai kebersamaan, toleransi, rasa peduli dengan sesama
menjadi semakin kokoh di kalangan peserta didik tesebut.
8. Buat
keputusan
Jika saat
kejadian di laboratorium tersebut telah mendapatkan materi tentang dilema etika
ini, maka keputusan opsi ke dua akan menjadi pilihan. Yaitu tidak melaporkan,
namun melakukan upaya persuasif kepada peserta didik untuk saling membantu
berpartisipasi mengganti peralatan tersebut.
9. Lihat lagi
keputusan dan Refleksi
Dengan diambilnya
keputusan tidak melaporkan kepada pengelola laboratorium atas dipecahkannya
peralatan praktik oleh seorang peserta didik, maka kedepannya menjadi tanggung
jawab bersama bilamana situasinya seperti dalam kisah nyata tersebut di atas
atau sejenisnya (mengandung pertentangan nilai-nilai kebenaran namun bukan
benar vs salah)
Setelah mempelajari beberapa kasus yang disajikan dalam paparan materi dalam modul 3.1, maka sangat jelas bahwa materi Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpina Pembelajaran menjadi begitu penting. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab untuk terus mempraktikkan setiap saat di sekolah bersama-sama dengan rekan-rekan sejawat (guru). Selain itu setiap keputusan yang dibuat oleh rekan sejawat menjadi penting untuk diajak berdiskusi menguji keputusan tersebut.
Sebagai Pemimpin pembelajaran, implementasi Dilema Pengambilan Keputusan haruslah terus menurus dilakukan terutama dalam hal pengujian pengambilan keputusan sebelum keputusan tersebut diumumkan / disampaikan. Sehingga pemahaman terhadap materi tersebut menjadi terus mendalam dan menjadi intuisi penting dalam mengemban tugas sebagai seorang guru di sekolah menginat "Sekolah adalah tempat penyemaian benih-benih nilai kebajikan".
Demikianlah singkatnya refleksi atas pembelajaran Dilema Etika yang telah dipahami.
Komentar
Posting Komentar