FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
Tujuan Pembelajaran
Setelah
membaca dan melakukan kegiatan
pembelajaran peserta didik
dapat:
- Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan.
- Menjelaskan hubungan teori tumbukan dan hubungannya dengan faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
A. Uraian Materi
Perhatikan gambar di bawah ini, apa yang terpikirkan oleh
kalian?
| Gamabr 1. Pembakaran Selembar Kertas |
| Gambar 2. Pembakaran Tumpukan Kertas |
Gambar
di atas sama-sama menunjukan pembakaran kertas, manakah yang lebih cepat
terbakar? Beda bukan? Pada pembakaran di atas kecepatan pembentukan abu dari
kertas yang terbakar berupa kertas lembaran dibandingkan dengan kertas yang
berupa buku akan memberikan data yang berbeda.
Pada
reaksi kimia, pereaksi akan bereaksi untuk membentuk hasil reaksi atau produk,
dengan demikian maka peraksi akan berkurang, sedangkan hasil reaksi atau produk
akan bertambah. Apabila perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi
dibandingkan dengan banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi, maka itulah
yang dimaksud dengan laju reaksi. Jadi laju reaksi merupakan pernyataan
perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi dalam suatu satuan waktu.
Dalam
kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai reaksi kimia yang berlangsung
dengan cepat maupun lambat. Apakah kalian suka melihat nyala kembang api?
Kalian juga dapat melakukan sendiri reaksi yang berjalan dengan cepat misalnya
dengan membakar selembar kertas. Selain reaksi yang berjalan dengan cepat,
pernahkah melihat besi yang berkarat? Perkaratan yang terjadi pada logam tidak
secepat laju reaksi pada nyala kembang api tentunya.
Manakah yang lebih cepat membusuk, ikan di dalam freezer
atau yang dibiarkan terbuka?
Dengan demikian laju reaksi akan berbeda-beda, ada yang berjalan sangat cepat, ada pula yang lambat. Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi laju reaksi? Laju reaksi dapat dipengaruhi beberapa faktor yang antara lain:
a. Konsentrasi
Konsentrasi
merupakan banyaknya partikel yang terdapat pada per satuan volum. Dengan
demikian semakin tinggi konsentrasinya maka akan semakin banyak partikelnya.
Dengan demikian semakin tinggi konsentrasi, semakin besar pula kemungkinan
terjadinya tumbukan antar partikel, sehingga semakin tinggi pula laju reaksinya.
Agar lebih jelas kalian perhatikan gambar berikut!
| Gambar 3. Partikel dalam larutan |
Gambar (a) menunjukan konsentrasi yang lebih rendah dibanding (b). Pada gambar (b) menghasilkan tumbukan lebih banyak dibandingkan dengan gambar (a). Dengan demikian laju reaksi pada (b) akan lebih tinggi dibanding reaksi yang terjadi pada (a).
Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi tentu mengandung partikel-partikel yang lebih rapat dibandingkan dengan konsentrasi larutan rendah. Larutan dengan konsentrasi tinggi merupakan larutan pekat dan larutan dengan konsentrasi rendah merupakan larutan encer. Semakin tinggi konsentrasi berarti semakin banyak partikel-partikel dalam setiap satuan volume ruangan, dengan demikian tumbukan antar partikel semakin sering terjadi, semakin banyak tumbukan yang terjadi berarti kemungkinan untuk menghasilkan tumbukan efektif semakin besar, sehingga reaksi berlangsung lebih cepat.
b. Luas
Permukaan
Pada
reaksi yang reaktannya terdapat dalam fasa padat, laju reaksi dipengaruhi oleh
luas permukaan. Pernahkah kalian memperhatikan saat ibu kalian memasak? Mengapa
bumbu-bumbu dihaluskan atau bahan yang akan dimasak dipotong menjadi potongan
yang lebih kecil? Mengapa tidak berupa bumbu-bumbu tersebut tidak dalam keadaan
utuh? Tujuannya agar rasa serta aroma yang berasal dari bumbu-bumbu tersebut
agar lebih meresap serta lebih cepat matang bukan? Begitu pula saat kita
membakar sebuah buku, buku tersebut akan lebih cepat terbakar bila buku
tersebut kita buat menjadi lembaran dibandingkan bila kita membakar buku
tersebut dalam keadaan masih dalam keadaan utuh. Dengan dibuat menjadi
lembaran-lembaran kertas, maka buku tersebut akan memiliki luas permukaan yang
lebih besar.
Maka
pada benda padat dengan masa yang sama, semakin kecil ukuran suatu materi, maka
mengandung arti memperluas permukaan sentuh materi tersebut. Bayangkan jika
kalian mempunyai benda berbentuk kubus dengan ukuran rusuk panjang, lebar, dan
tinggi sama, yaitu 1 cm. Berapa luas permukaan kubus tersebut? Secara
matematika dapat dihitung bahwa luas permukaan kubus sebesar 6 kali luas
sisinya. Karena kubus mempunyai 6 sisi yang sama, maka jumlah luas permukaannya
adalah 6 × 1 cm × 1 cm = 6 cm2. Sekarang jika kubus tersebut dipotong sehingga
menjadi 8 buah kubus yang sama besar, maka keempat kubus akan mempunyai
panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 0,5 cm. Luas permukaan untuk sebuah kubus
menjadi 6 × 0,5 cm × 0,5 cm = 1,5 cm2. Jumlah luas permukaan kubus menjadi 8 ×
1,5 cm2 = 12 cm2. Jadi, dengan memperkecil ukuran kubus, maka total luas
permukaan menjadi semakin banyak.
| Gambar 4. Luas Permukaan suatu zat |
Jika
ukuran partikel suatu benda semakin kecil, maka akan semakin banyak jumlah
total permukaan benda tersebut. Dengan menggunakan teori tumbukan dapat
dijelaskan bahwa semakin luas permukaan bidang sentuh zat padat semakin banyak
tempat terjadinya tumbukan antar partikel zat yang bereaksi sehingga laju
reaksinya makin cepat.
c. Suhu (Temperature)
Pernahkah
kalian perhatikan saat memasak, lebih cepat matang mana antara memasak dengan
nyala api yang kecil dengan nyala api yang besar? Tentu lebih cepat matang apabila kita memasak
dengan nyala api yang besar bukan? Bagaimana suhu pada api yang besar, lebih
besar bukan? Dalam hal ini berarti suhu merupakan salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi laju reaksi.
Setiap
partikel selalu bergerak, dengan menaikkan temperatur, energi gerak atau energi
kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Pada
frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan
efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar. Begitu pula
sebaliknya, apabila suhu diturunkan maka gerakan partikel akan lebih lambat
sehingga energi kinetik dari pertikel tersebut lebih kecil, sehingga semakin
kecil pula kemungkinan tumbukan yang akan menghasilkan tumbukan efektif. Dengan
menurunnnya kemungkinan tumbukan efektif tentu saja akan berakibat menurun pula
laju reaksinya.
Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan gambar
berikut!
| Gambar 5. Gerakan Partikel pada Suhu Berbeda |
Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.
Setiap
partikel dalam keadaan selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur, maka kecepatan
gerak partikel menjadi lebih tinggi, dengan demikian energi gerak atau energi
kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Dengan
frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan
efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar.
d. Katalis
Faktor
yang mempengaruhi laju reaksi berikutnya adalah katalis. Apa itu katalis? Katalis adalah zat yang dapat
mempengaruhi laju reaksi. Katalis adalah suatu zat yang dapat mempengaruhi laju
reaksi, tanpa dirinya mengalami perubahan yang kekal. Suatu katalis mungkin
dapat terlibat dalam proses reaksi atau mengalami perubahan selama reaksi
berlangsung, tetapi setelah reaksi itu selesai maka katalis akan diperoleh kembali
dalam jumlah yang sama. Apabila katalis tersebut dapat mempercepat laju reaksi
maka dikenal dengan istilah katalisator, namun apabila katalis tersebut
memperlambat laju suatu reaksi
maka disebut inhibitor atau katalis negatif. Hanya saja secara umum istilah
katalis digunakan untuk zat yang dapat mempercepat reaksi.
Untuk
muridku semua, apakah reaksi harus dalam keadaan cepat semuanya? Bukankah lebih
cepat lebih baik, sehingga reaksi dapat segera selesai? Tidak semua reaksi
diharapkan berjalan dengan lebih cepat. Untuk reaksi-reaksi yang sifatnya
merugikan maka reaksi diharapkan berjalan selambat mungkin, misalnya reaksi
pembusukan dan reaksi perkaratan pada logam.
Berdasarkan wujud atau fasanya, katalis
dibedakan menjadi katalis homogen
dan katalis heterogen. Disebut
katalis homogen apabila wujud atau fasa katalis tersebut sama dengan fasa zat
pereaksinya, begitu pula sebaliknya, apabila fasa katalis berbeda dengan fasa
zat pereaksinya maka disebut katalis heterogen. Contohnya misalnya pada reaksi
pembentukan gas SO3, pada reaksi tersebut dapat digunakan gas NO dan gas NO2, maka
gas NO dan gas NO2 tersebut disebut katalis homogen, karena fasa atau wujudnya
sama, yaitu sama-sama gas.
Bagaimana
prinsip kerja katalis dalam mempercepat suatu reaksi? Katalis dapat mempercepat
laju reaksi karena atalis menyediakan alternatif jalur reaksi dengan energi
aktivasi yang lebih rendah dibanding jalur reaksi tanpa katalis sehingga
reaksinya menjadi semakin cepat. Perhatikan grafik berikut!
| Gambar 6. Kurva Energi Aktivasi (Ea) |
Dengan rendahnya energi aktivasi pada reaksi yang menggunakan katalis di banding reaksi yang tanpa katalis, maka reaksi tersebut akan memiliki laju reaksi lebih cepat.
Kalian pasti mengetahui bahwa pebuatan adonan kue (Roti) menggunakan Fermipan.
| Gambar 7. Fermifan |
B. TEORI
TUMBUKAN
Bagaimana pendapat kalian belajar menggunakan modul ini? Mudah bukan? Setelah mempelajari konsep laju reaksi selanjutnya kalian akan mempelajari tentang teori tumbukan. Pada pembelajaran laju reaksi dikenal suatu pendekatan untuk menjelaskan tentang laju reaksi yaitu teori tumbukan. Pendekatan ini digunakan untuk mempermudah logika berfikir kritis dan logis serta untuk menjelaskan secara ilmiah tentang laju reaksi. Teori ini menyatakan bahwa partikel-partikel reaktan atau pereaksi harus saling bertumbukan terlebih dahulu sebelum terjadinya reaksi. Tumbukan antar partikel reaktan yang berhasil menghasilkan reaksi disebut tumbukan efektif, sedangkan tumbukan yang tidak menghasilkan reaksi disebut tumbukan tidak efektif. Tidak semua tumbukan dapat menghasilkan tumbukan efektif. Energi minimum yang harus dimiliki oleh partikel reaktan untuk bertumbukan efektif disebut energi aktivasi (Ea). Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi di bawah ini!
| Gambar 8. Tumbukan antar Partikel menghasilkan reaksi |
Pada ilustrasi (a), AA dan BB bertumbukan, akan tetapi dari tumbukan tersebut tidak menghasilkan zat baru, hal tersebut berarti tumbukan tersebut tidak menghasilkan reaksi kimia. Berbeda dengan ilustrasi (a), pada ilustrasi (b) tumbukan antara AA dan BB dapat menghasilkan zat baru berupa 2 buah AB. Hal tersebut berarti tumbukan pada ilustrasi (b) menyebabkan terjadinya reaksi. Tumbukan pada ilustrasi (b) inilah yang dikenal dengan istilah tumbukan efektif. Semoga penjelasan pada modul ini dapat kalian pahami dengan baik.
C. RANGKUMAN
Untuk
lebih menguatkan pemahaman kalian, mari kita rangkum materi laju reaksi sebagai
berikut:
- Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi laju reaksi adalah konsentrasi, luas permukaan, suhu dan katalis.
- Prinsip kerja konsentrasi dapat menaikan laju reaksi disebabkan karena semakin tinggi konsentrasi, semakin banyak partikel yang bertumbukan sehingga meningkatkan laju reaksi.
- Luas permukaan dapat mempengaruhi laju reaksi karena semakin luas permukaan, akan semakin banyak partikel yang bertumbukan, sehingga semakin besar pula laju reaksinya.
- Prinsip kerja suhu dapat menaikan laju reaksi adalah dengan meningkatkan energi kinetik dari partikel-pertikel pereaksi.
- Prinsip kerja katalis dapat meningkatkan laju reaksi adalah dengan cara menurunkan energi aktivasi reaksi tersebut.
- Teori tumbukan adalah suatu teori yang menyatakan bahwa untuk memulai suatu reaksi, partikel-partikel reaktan atau pereaksi harus saling bertumbukan terlebih dahulu.
- Tumbukan antar partikel reaktan yang berhasil menghasilkan reaksi disebut tumbukan efektif, sedangkan tumbukan yang tidak menghasilkan reaksi disebut tumbukan tidak efektif.
Sumber:
Sriyabto, Wahyu, 2020. Modul Pembelajaran SMA Kimia Kelas
XI; Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
dan Teori Tumbukan. Direktorat Sekolah Memengah Atas, Ditjen PAUD, Dikdas,
Dikmen Kemdikbud: Jakarta
Inspirasi:
1. Persiapkan Diri Kalian meraih Perguruan Tinggi Impian:
2. Raihlah Kuliah dan Beasiswa di Luar Negeri
Komentar
Posting Komentar