TIPS BERLATIH BERPIKIR KRITIS
Berpikir kritis perlu ditanam dan dilatih, agar dunia dalam genggaman. Berpikir kritis sangat perlu agar kita bisa terus dapat mengembangkan diri, beradaptasi dan juga menghasilkan solusi. Namun untuk bisa memiliki pemikiran kritis, pastinya perlu proses.
Tips pertama:
Sisipkan aktivitas berpikir kritis di setiap kegiatan berlajar mengajar Anda. Latih dan terus praktik: I Notice - I Wonder. Saya jadi sadar - saya jadi terpikir. Sesering mungkin setiap hari di setiap topik dan mata pelajaran. Berpikir kritis nampak seperti melatih otot, akan semakin kuat jika rutin dilatih. Apa yang akan terjadi jika sering dipraktikkan. Jika di awal berpikir kritis itu dirasakan sulit nantinya akan menjadi mudah. setelah jadi mudah akan jadi Mahir. setelah mahir, maka menJadi Insting. Wah kalau murid kita instingnya sudah berpikir kritis sejak usia muda bayangkan apa yang mereka akan capai ketika dewasa.
Semua orang mempunyai Otot, tetapi tidak semua orang Berotot
Tips Kedua:
Murid perlu contoh konkret. Seperti apa sih cara berpikir kritis itu dan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Guru dapat memberikan demonstrasi lewat dua cara:
Melalui ucapan. Ucapkan saya jadi sadar - saya jadi berpikir. Sesering mungkin disela-sela menjelaskan topik. Entah itu di kelas, di Video, bahkan di Podcast. Semakin sering murid mendengar bapak/ibu ucapkan ini, semakin berani mereka memulai sendiri.
Melalui tulisan. Munculkan tulisan (saya jadi sadar - saya jadi berpikir) sesering mungkin di semua materi ajar yang tertulis. Di tulisan umpan balik bapak / ibu pada murid. Kartu post digital yang bapak/ ibu buat. Di blog bapak-ibu, Instagram, Facebook, bahkan whatsapps group atau media sosial lainnya. Kalau perlu buat juga stiker “aku jadi sadar - aku jadi terpikir", untuk di share di grup whatsApp dan telegram.
Tips ketiga:
Waktu baru mulai membiasakan, jangan terburu-buru untuk memberikan koreksi jika murid anda pendapatnya salah. Ketika anak mulai latihan berpikir kritis ia masih mengalami perang bathin lho dengan ketakutan pendapatnya akan ditolak atau dibilang salah. Jadi ucapkan Terima kasih sudah berbagi. Ingat juga semakin Seseorang berpikir kritis, semakin personal gagasannya, sehingga yang nanti bapak ibu akan dapatkan adalah murid-murid yang punya pendapat orisinal. Semakin sering murid-murid berpikir kritis tentang banyak hal, mereka juga akan semakin kritis terhadap pikirannya sendiri. Nah, disini mereka akan terlatih untuk menyadari gagasan mereka apakah benar atau salah.
Tips keempat
Jangan lupa memberikan penghargaan untuk keberanian dan usaha murid dalam berpikir kritis. Hargai usahanya melawan kecemasan. Hargai orisinalitas pendapatnya. Hargai sensitivitas observasinya. Tidak apa jika salah selama ia mau mencoba dan belajar. Sampaikan penghargaan ini di kelas dan group chat. Semua penghargaan ini akan membuat murid betah dan terus ingin berbagi dengan guru dan teman-temannya.
Contohnya:
I Notice: saya baru menyadari - banyak informasi di media sosial kurang didasari data yang akurat, apa jadinya jika informasi itu langsung diteruskan oleh si pembacanya?
I Wonder: saya jadi kepikiran ternyata kritis dalam bermedia sosial itu sangat perlu. Salah satu cara melatih berpikir kritis itu dengan cara "saya sadar - saya berpikir"
Terakhir jangan lupa pesan-pesan trainner kita hari ini, mas Adi Respati .
Hallo bapak dan ibu, selamat mencoba praktik berpikir kritis dengan alat bantu "Saya Sadar - Saya Berpikir" (I Notice - I Wonder). Ajaklah dan latih murid-murid kita sesering mungkin. Walaupun di awal terasa berat, lama kelamaan mereka akan terbiasa dan menikmati. Terima kasih telah megnajarkan murid-murid / anak-anak bangsa kita semua menggapai mimpi-mimpinya ®Αdi Respati.
👏
BalasHapushatuuur nuhun...
Hapus